Rudy Wowor Dikabarkan Sempat Terapi Ganja, Seperti Apa Cara Kerjanya?

In Kesehatan, Lifestyle

Jakarta – Rudy Wowor diketahui pernah melakukan terapi ganja sebelum meninggal pada Jumat (5/10/2019). Seperti dilaporkan detikHot, perbaikan kondisi Rudy tidak berlangsung lama hingga akhirnya berpulang.

Dunia medis Indonesia memang tidak menggunakan ganja sebagai salah satu metode pengobatan. Namun, efek ganja dalam dunia pengobatan sendiri bukan hal asing. Dikutip dari situs American Cancer Society (ACS), ilmuwan telah menemukan beberapa zat aktif dalam ganja yang disebut cannabinoid. Dua di antaranya, delta-9-tetrahydrocannabinol (THC) dan cannabidiol (CBD), yang bisa digunakan dalam pengobatan.

THC yang menyebabkan pengguna ganja mabuk, ternyata bisa mengurangi rasa sakit, mual, inflamasi, dan bertindak sebagai antioksidan. Sementara CBD bisa mengembalikan kesadaran, mengurangi rasa gelisah dan ketakutan, serta bertindak sebagai antiTHC. Riset masih terus dilakukan untuk mengetahui cannabinoid lain yang bisa digunakan dalam pengobatan.


Saat ini Food and Drug Administration (FDA) telah menyetujui penggunaan Dronabinol, yaitu pil yang mengandung THC untuk keperluan medis. FDA juga menyetujui penggunaan Nabilone yang mengandung cannabinoid sintetis. Sama seperti THC, cannabinoid sintetis bisa mengurangi pusing dan mual usai kemoterapi. Nabilone menjadi alternatif saat obat lain tidak berfungsi.

Penggunaan ganja sebagai obat ternyata menimbulkan efek samping, terutama bagi pasien berusia lanjut. Mereka biasanya mengalami peningkatan detak jantung, penurunan tekanan darah, pusing atau terasa melayan, dan pingsan. Obat ini juga bisa menimbulkan rasa kantuk, perubahan mood, dan tidak nyaman karena kesadaran yang terkadang hilang. Pasien juga melaporkan bibir kering, tidak ingat peristiwa terkini, halusinasi pada yang menggunakan nabilone. Efek ini biasanya diatasi dengan mengurangi dosis obat.

ACS Cancer Action Network menyatakan dukungan pada riset ganja untuk pengobatan kanker. Namun organisasi tersebut tetap melarang penggunaan ganja sebagai bahan adiktif layaknya NAPZA. Organisasi tersebut juga melarang menghisap ganja di muka umum, karena berisiko membahayakan kesehatan pasien dan orang di sekitarnya. Hal ini terkait kandungan zat penyebab kanker (carcinogen) pada rokok berbahan ganja.

(up/up)

Source : https://health.detik.com/read/2018/10/05/194107/4244441/763/rudy-wowor-dikabarkan-sempat-terapi-ganja-seperti-apa-cara-kerjanya

Tinggalkan Balasan

Mobile Sliding Menu